Malang- “Bukannya kami tidak mampu, ataupun mangkir dari tugas dan kewajiban, melainkan memang kapasitas kami yang kurang bisa memenuhi kapasitas narapidana yang memang jumlahnya sangat overload. Petugas juga sudah kami sama ratakan dalam menjalankan tugasnya di lapas, itupun masih kurang. Penambahan personel? ya jelas sudah, akan tetapi kami tetap harus bisa menerima jumlah penambahan personel yang kadang masih kami rasa kurang.” Ungkap Ke

pala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang Anak Agung Gde Krisna di sesi sambutan Pihak Kedua dalam rangka kegiatan Penandatanganan Kesepahaman Bersama antara UM dan Lapas Kelas 1 Malang.

Beliau mengimbuhkan bahwa dengan banyaknya napi yang harus dibimbing dan dibina agar memiliki kualitas dan kreatifitas yang lebih baik ketika sudah habis masa tahanaannya nanti, Lapas sangat membutuhkan bantuan tenaga pengajar dari UM baik mahasiswa Praktik/Magang maupun Dosen. Kerjasama ini dilaksanakan dengan harapan tersebut bisa terkabul dan segera dilaksanakan. “Dosen yang biasanya mengajar mahasiswa-mahasiswi ganteng dan cantik yang baunya harum serta sopan, kali ini akan merasakan sensasi lain yang sangat berbeda dimana peserta yang mengikuti pembelajaran adalah orang-orang yang bertato, berambut gondrong, dan teru

tama aromanya tidak seperti ketika di kampus.” Kepala Lapas menerangkan keadaan di Lapas. Kepala Lapas tentunya sudah dan sangat menjamin keamanan dan keselamatan tenaga pendidik yang dikirim UM ke Lapas. Program Lapas dengan adanya kerjasama ini bertujuan agar para napi yang dibina oleh tenaga pendidik dari UM nantinya memiliki kreatifitas, keterampilan, serta sertifikat yang bisa dipergunakan untuk bekerja ketika sudah habis masa tahanannya.

Seiring dengan visi dan misi UM yakni Tridarma Perguruan tinggi dimana ada salah satu misi menyebutkan Pengabdian kepada Masyarakat, tentunya hal ini sesuai dan baik untuk dilaksanakan. Rektor UM Ah. Rofi’uddin menyampaikan bahwa UM memiliki kurang lebih 1200 tenaga pendidik dan mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk menempuh mata kuliah KPL/PKL/PPL yang nantinya bisa dikirim untuk turut andil dalam pembinaan di Lapas. Beliau juga secara langsung menunjuk pihak

LP2M UM untuk segera menindaklanjuti dan menunjuk penanggung jawab serta tenaga pendidik untuk melaksanakan pr

ogram tersebut.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama UM dan Lapas dihadiri oleh seluruh anggota rapim UM yang akan dilanjutkan dal

am bentuk Perjanjian Kerjasama serta Pelaksanaan Pekerjaan yang dipegang langsung oleh tim LP2M UM.

_biy.

Pengabdian yang Sesungguhnya . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *