Malang- “Kota Malang akan selalu terkenang”. Ya.. jelas terlihat dalam raut wajah para Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti). Senang, sedih, bangga, dan haru masing-masing mereka rasakan tatkala tiba waktunya mereka untuk kembali ke tanah kelahiran. Terhitung 3 bulan lamanya Permata Sakti singgah di kota Malang untuk menempuh lanjutan perkuliahan di Universitas Negeri Malang. Sejak Agustus 2019 lalu, UM mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti Program Permata Sakti di universitas-universitas negeri ternama di Tanah Air yaitu UNP, UNY, UNNES, UNM, UNG, dan UNDIKSHA. Universitas-universitas tersebut juga masing-masing mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti Program Permata Sakti di Universitas Negeri Malang.

12 mahasiswa peserta Permata Sakti disambut di Universitas Negeri Malang oleh Wakil Rektor I UM Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si dan langsung di arahkan sesuai pada jurusan masing-masing untuk dibimbing langsung oleh ketua jurusan. Mereka mendapatkan hak yang sama dengan mahasiswa UM lainnya dalam segi pembelajaran. Tak lupa juga mereka harus melaksanakan program sesuai dengan apa yang telah di mandatkan Kemenristekdikti untuk Permata Sakti, yaitu untuk mempelajarai budaya, adat-istiadat dan kemasyarakatan daerah tujuan.

Menjelang akhir selesainya Program Permata Sakti, bersama dengan tim dari kerjasama UM dan para dosen, mereka melaksanakan Studi Budaya Suku Tengger di Gunung Bromo. Disana mereka bisa menyaksikan untuk pertama kalinya salah satu Keagungan Ciptaan Tuhan yang ada di Indonesia tepatnya di daerah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panorama Bromo dengan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger mereka selami sembari melepas canda dan tawa menikmati rasa bahagia dalam hati dengan rekan-rekan dari seluruh penjuru nusantara. Rasa lelah dan dingin tidak menyurutkan hati mereka untuk mendaki tangga menuju puncak Bromo demi menyaksikan keindahan sang mentari pagi terbit. Jelas… selfie dan wefie mereka lakukan sebanyak mungkin untuk dijadikan kenangan ketika mereka berpisah nanti.

Satu minggu berselang Studi Budaya dilanjutkan di kawasan kota Batu. Kota yang terkenal dengan keindahan alam dan pariwisatanya. Untuk melepas ketegangan dan membuat mereka rileks, kegiatan dilanjutkan dengan Wisata Edukasi di Jawa Timur Park yang menyediakan wahana-wahana ilmu pengetahuan.

November 2019, usai sudah petualangan edukasi Permata Sakti di Universitas Negeri Malang. Bersama dengan Wakil Rektor IV UM Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, dengan dibekali cindera mata kebanggaan UM mereka dilepas untuk kembali ke daerah asal masing-masing. “Terimakasih telah pernah menjadi bagian kami Universitas Negeri Malang, selamat jalan kembali pulang, sukses selalu.”

_Biy.

galeri foto

Cerita si Permata Sakti
Tagged on:                                             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *