Mahasiswa Indonesia perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global yang berjalan setelah dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015. begitu di sampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc, dalam paparannya yang disampaikan pada kegiatan Orasi Ilmiah Atdikbud KBRI Kuala Lumpur dan Overseas PPL Sharing Universitas Negeri Malang yang diselenggarakan oleh Kantor Hubungan Internasional pada hari Rabu, 13 April 2017 bertempat di Gedung A3, Lantai 2 Universitas Negeri Malang.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor, dalam hal ini diwakili Wakil Rektor III (Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed), diikuti sekitar 200 mahasiswa dan para undangan yang terdiri dari para anggota Rapim UM, para ketua Jurusan dan para kabag serta para tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Rektor III menekankan perlunya mahasiswa Universitas Negeri Malang menyiapkan diri untuk menjadi guru (unggul dan rujukan). untuk menjadikan Universitas Negeri Malang Unggul dan menjad rujukan, semua komponen di perguruan tinggi  (mahasiswa, dosen, dan para pejabat) harus unggul.

Dalam orasinya, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur (Bapak Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc), menjelaskan orang Indonesia harus terus membuat perubahan ke arah kemajuan agar tidak tertinggal dari negara-negara lain, khususnya di Asean. Minat baca orang Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Kekurangan Mahasiswa Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya Malaysia, adalah kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris yang masih rendah, di samping itu, mahasiswa Indonesia masih rendah di dalam softskill dan lifeskill diibandingkan dengan Malaysia, mahasiswa Indonesia masih banyak berkutat di bangku kuliah saja, kurang memiliki kemampuan praktek di lapangan, sehingga ketika waktnya bekerja, mereka masih harus belajar dengan ketrampilan di tempat kerja.

Beliau juga mengatakan bahwa saat ini banyak orang dari Philipina yang belajar Bahasa Indonesia dan akan membanjiri Indonesia untuk menjadi tenaga kerja di Indonesia. oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan kemampuan kita di dalam berkomunikasi Bahasa Inggris dan kemampuan softskill dan lifeskill agar bisa bersaing di pasar kerja dengan negara-negara lain.

Di samping kegiatan orasi ilmiah, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Universitas Negeri Malang yang diwakili oleh Wakil Rektor III dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. Setelah Orasi Ilmiah dilakukan tanya jawab tentang kemungkinan bagaimana mengikuti PPL dan KPL di Malaysia.

Orasi Ilmiah Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *